Saturday, June 9, 2012

PEMBUATAN DAN PENGAPLIKASIAN PGPR (PLANT GROWTH PROMOTORING RHIZOBACTERI)


Oleh:
Tim PKM-M
Universitas Muhammadiyah Gresik
Peningkatan kegiatan agroindustri selain meningkatkan produksi pertanian juga menghasilkan limbah dari kegiatan tersebut. Konsep penggunaan pestisida yang telah diterapkan pada pertanian modern, telah menimbulkan berbagai efek samping seperti pencemaran lingkungan di pabrik-pabrik penghasil pestisida maupun di lahan-lahan pertanian yang menggunakan pestisida tersebut. Apabila masuk ke dalam rantai makanan, sifat beracun bahan pestisida dapat menimbulkan berbagai penyakit seperti kanker, mutasi, bayi lahir cacat, CAIDS (Chemically Acquired Deficiency Syndrom) (Sa’id, 1994).
            Adanya dampak negatif dari pestisida maka dibutuhkan teknologi alternatif untuk meningkatkan produksi pertanian yang lebih aman. Teknologi yang memungkinkan untuk dikembangkan dan relatif aman adalah pemanfaatan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR).
Berbagai penemuan akan manfaat plant growth promoting rhizibacteria (PGPR) untuk pertanian telah dilaporkan oleh banyak peneliti di dunia. Antusiasme untuk mengkomersialkan rhizobacteria sebagai teknologi alternatif yang menjanjikan terutama dipicu untuk mengembangkan pertanian ramah lingkungan dengan mengurangi penggunaan input sintetik agrokimia (pupuk dan pestisida). Hasil ini menyarankan bahwa penerapan PGPR bisa merangsang pertumbuhan tanaman dan meningkatkan ketahanan tanaman terhadap jamur patogen.

PENGERTIAN PGPR (PLANT GROWTH PROMOTING RHIZOBAKTERI)

PGPR adalah sejenis bakteri yang hidup di sekitar perakaran tanaman. Bakteri tersebut hidupnya secara berkoloni menyelimuti akar tanaman. Bagi tanaman keberadaan mikroorganisme ini akan sangat baik. Bakteri ini memberi keuntungan dalam proses fisiologi tanaman dan pertumbuhannya
Rhizobakteria pemacu tumbuh tanaman (RPTT) adalah kelompok bakteri yang menguntungkan yang agresif menduduki (mengkolonisasi) rizosfir (bagian perakaran). Aktivitas RPTT menguntungkan bagi tanaman baik langsung maupun secara tidak langsung. Pengaruh langsung RPTT didasarkan atas kemampuannya menyediakan dan memobilisasiatau memfasilitasi penyerapan berbagai unsur hara dalam tanah serta mensintesis dan mengubah konsentrasi fithothormon pemacu tumbuh. Sedangkan tidak langsungnya berkaitan dengan kemampuan menekan aktivitas patogen dengan menghasilkan berbagai senyawa atau metabolit seperti antibiotik.
Sejumlah bakteri penyedia hara yang hidup pada rhizosfer akar (rhizobakteri) disebut sebagai rhizobakteri pemacu tumbuh tanaman (plant growthpromoting rhizobacteria = PGPR). Kelompok ini mempunyai peranan ganda di  samping (1) menambat N2 ,  juga; (2) menghasilkan hormon tumbuh (seperti  IAA, giberelin, sitokinin, etilen, dan lain-lain); (3) menekan penyakit tanaman  asal tanah dengan glukanase, kitinase, sianida memproduksi siderofor; dan (4) melarutkan P dan hara lainnya (Cattelan et  al., 1999; Glick et  al., 1995;
Plant growth-promoting rhizobacteria (PGPR) pertama kali diteliti oleh Kloepper dan Scroth (1982) untuk menggambarkan bakteri tanah yang mendiami daerah perakaran tanaman yang diinokulasikan ke dalam benih dan ternyata meningkatkan pertumbuhan tanaman. Sejak pertama kali diperkenalkan oleh Kloepper dan Scroth (1982) , PGPR mengalami perkembangan yang sangat cepat, terutama pada beberapa tahun terakhir.

PGPR berada Disekitar Akar, akar  adalah sumber kehidupan, disana terjadi pertukaran udara, unsur hara, dekomposisi dll.
Bakteri  Pseudomonas ssp.flourennscses
 

Akar        


            Fungsi PGPR bagi tanaman yaitu mampu memacu pertumbuhan dan fisiologi akar serta mampu mengurangi penyakit atau kerusakan oleh serangga. Fungsi lainnya yaitu sebagai tambahan bagi kompos dan mempercepat proses pengomposan. Pengurangan pestisida dan rotasi penanaman dapat memacu pertumbuhan populasi dari bakteri – bakteri yang menguntungkan seperti PGPR.
Aplikasi PGPR mampu mengurangi kejadian dan keparahan penyakit. Beberapa bakteri PGPR yang diinokulasikan pada benih sebelum tanam dapat memberi pertahanan pada tudung akar tanaman. Hal inilah yang membuat bakteri PGPR mampu mengurangi keparahan dari penyakit dumping-off (Pythium ultimatum) di tanaman. Beberapa bakteri PGPR mampu memproduksi racun bagi patogen tanaman, misalnya bakteri Bacillus subtilis mampu melawan cendawan patogen.
PGPR dapat meningkatkan kualitas pertumbuhan tanaman melalui : produksi hormon pertumbuhan kemampuan fiksasi N untuk peningkatan penyediaan N tanah, penghasil osmolit sebagai osmoprotektan pada kondisi cekaman kekeringan dan penghasil senyawa tertentu yang dapat membunuh patogen tanaman (Kloepper, 1993).
Menurut Lalande et al. (1989), Pseudomonas sp. mampu menghasilkan hormon pemacu pertumbuhan tanaman yang dapat meningkatkan berat kering tanaman jagung mencapai 9%, sedangkan Salmonella liquefaciens meningkatkan berat kering mencapai 10% dan Bacillus sp. meningkatkan berat kering mencapai 7% lebih tinggi dibanding kontrol.
Berikut kelebihan dari PGPR diantaranya :
·         Menambah fiksasi nitrogen di tanaman kacang – kacangan
·         Memacu pertumbuhan bakteri fiksasi nitrogen bebas
·         Meningkatkan ketersediaan nutrisi lain seperti phospat, belerang, besi dan tembaga
·         Memproduksi hormon tanaman
·         Menambah bakteri dan cendawan yang menguntungkan
·         Mengontrol hama dan penyakit tumbuhan



PEMBUATAN DAN PEMBIAKAN PGPR
Bahan sumber bakteri:
Cara yang paling mudah yaitu sebagai berikut:
·      bakteri di peroleh dari perakaran rumput gajah yang sehat atau serasah disekitar rumpun bambu atau akar tanaman legume
·      Bersihkan tanah di perakaran, tetapi jangan terlalu bersih
·      Potong akar rendam dalam air yang bersih ( isi ulang ) 1-2 liter selama 2- 4 hari
·      hasil rendaman setelah 2-4 hari dapat digunakan sebagai sumber bakteri, yang ditandai dengan air nya menjadi keruh dan berbau masam / busuk.

Penyiapan media tumbuh bakteri:
Peralatan dan bahan yang dibutuhkan untuk pembuatan PGPR adalah sebagai berikut:
Alat Pembuatan PGPR:
-       Jerigen, yang berkapasitas 20 liter              -  Entong pengaduk               
-       kompor                                                       - Saringan
-        Corong                                                      - Bak
-       Panci                                                           - Gayung
Bahan Pembuatan PGPR:
-       Sumber bakteri
-       Aquades 20 liter
-       Gula 200 Gram
-       Bekatul 0,5- 1 kg atau 1-2 liter air leri ( cucian beras )
-       Terasi 100 gram
-       Kapur injet 1 sendok makan
Langkah-Langkah Pembuatan PGPR:
a.    Masukkan bahan- bahan diatas satu persatu aduk hingga merata
b.    Adonan  bahan  nutrisi   tersebut  direbus   sampai  mendidih tunggu  selama  15-20  menit  dari  mulai mendidih  lalu diangkat  dari  atas  kompor  /tungku.
c.    Diamkan adonan tersebut  sampai  dingin (tunggu sampai temperatur adonan sama dengan temperature udara luar)
d.   Peras adonan dengan kain sehingga menjadi larutan kental kemudian di campur dengan suspense biang bakteri/sumber bakteri sebanyak 1-2 liter
e.    Masukan campuran larutan tersebut kedalam jerigen/wadah tertutup
f.     Lakukan pengadukan setiap hari ( dapat menggunakan aerator selama 5-7 hari)
g.    Larutan siap digunakan

CARA APLIKASI
Perlakuan pada benih:
Larutkan 250 cc PGPR kedalam 20 liter air bersih kemudian benih direndam selama 10 – 12 jam.

Perlakuan pada tanaman:                                                                       
1.    Untuk Tanaman Padi : gunakan PGPR sebanyak 12 ml/liter pada 3 hari sebelum tanam , 15 hst, 30 hst dan 45 hst dengan cara disemprotkan dengan volume semprot rendah (boros/tidak berkabut)
2.    Untuk tanam hortikultura : kocorkan PGPR sebanyak 12 ml/l air setiap 7- 10 hari sekali.
3.    Untuk tanam keras : kocorkan PGPR sebanyak 17 ml/l air tiap 1 bulan sekali.
4.    Aplikasi dianjurkan pada sore hari setelah pukul 15.00 WIB atau pada pagi hari sebelum pukul 09.00 WIB
Atau
larutkan 250 – 1000 cc  PGPR  kedalam 20 liter air bersih. kemudian siramkan disekitar tanaman atau siramkan pada persemaian. Lakukan setiap 7- 10 hari sekali

 
 





No comments:

Post a Comment